Bismillaahi la haula wa la quwwata illa billaah

Terlena dengan dunia….

Seakan-akan ingat segalanya…

Tapi sebenarnya lupa…

Yachh lupa…. Angga telah lupa

Angga ingat ketika mengatakan “Ragil belajar yang rajin ya…”

Tapi Angga lupa untuk mengatakan “Ragil mengaji yang rajin ya…”

Angga ingat ketika menjelaskan mengapa 5 + 5 = 10. Ada guli 5 di tangan Agil, terus coba sekarang Agil ambil lagi guli dari toples sebanyak 5 lalu jadikan satu dengan guli yang ada di tangan Agil… Berapa jumlah semuanya? Coba dihitung!

Tapi Angga lupa ketika Agil membaca Al-Fatihah… Angga lupa menyebutkan arti “Bismillaahirrrahmaanirraahiim”. Angga lupa menyebutkan arti “Alhamdulillaahirabbil ‘alamin”. Angga lupa untuk menjelaskan mengapa dimulai dengan “Bismillaahirrrahmaanirraahiim” dan untuk apa “Alhamdulillaahirabbil ‘alamin”.

Yaachhh, sebuah kelupaan yang selalu Angga anggap wajar tapi setelah Angga renungkan ternyata berdampak sangat tidak wajar untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa Ragil. Angga selama ini telah membiasakan Ragil untuk ingat dengan dunianya tapi Angga lupa untuk membiasakan dia agar ingat dengan akhiratnya. Kemarin Angga bertanya “berapa 7 X 6 Gil?”, dia menjawab ” 42… weee Agil dah bise mbak Angga”. Lalu Angga bertanya lagi “Apa doa untuk kebaikan di dunia dan akhirat?”, dia menjawab “Yang mane mbak Angga?”

Mendengar jawaban itu Angga tidak ada reaksi apa-apa. Tapi setelah berada dikamar Angga lalu berpikir, “tadi mengenai 7 x 6 Agil bisa menjawab, kalau pun tidak bisa, dia bisa melihat kembali contekan atau menghitung kembali… Ini di atas tanah dimana masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Bagaimana jika dunia Ragil bukanlah di atas tanah lagi tapi dibawah tanah? Siapa yang akan ditanyainya jika Ragil tidak bisa menjawab”

Astaghfirullaah… kelupaan Angga telah menyebabkan bencana besar bagi Ragil. Tidak hanya untuk kehidupan dunianya tapi juga kehidupan akhiratnya… Ya Alloh, seperti yang telah Engkau janjikan setelah kesulitan maka ada kemudahan, maka berikanlah Angga kemudahan untuk mengajak Ragil bersama memahami, mensyukuri, dan mengagungkan kebesaran-Mu. Mengajak Ragil untuk bersabar ketika dia sedih dan mengajaknya untuk mencintai-Mu melebihi cintanya pada diri sendiri… Amiinnn