Sepuluh, dua puluh, dua puluh lima tahun berlalu,
Bertahun-tahun melewati ujian hidup yang sama,
Ujian itu tetap sama, tiada yang berubah,
Tapi mengapa tidak membuatmu menjadi orang yang tegar dan sabar,
Tegar dan sabar karena Alloh,

Kuperhatikan,
Kau malah semakin takut dengan dunia fana ini,
Kau memang sabar,
Tapi kesabaranmu itu semua karena takut dengan dunia fana ini bukan karena Alloh,
Begitu sulitkah menyerahkan hidupmu pada Alloh,
Dulu kau memang sendirian,
Tapi sekarang ada aku,
Alloh mengirimku untuk menemanimu,
Tapi kau pun menolakku,
Kau terlanjur cinta dengan ketakutanmu,
Ketakutanmu terhadap dunia fana ini,
Hingga kau tak sadar telah menjadi budaknya,

Sadarkah kau,
Ketakutanmu itu telah menular kepada orang-orang yang kau cintai,
Bukankah karena mereka kau rela menjadi seperti ini,
Jika karena mereka,
Mengapa kau tega menularkan penyakit itu kepada mereka,
Tidakkah kau cinta pada mereka,

Mengapa kau membiarkan dirimu menjadi bagian
dari sebuah rangkaian kalimat filsafat
“Bukan berat beban yang membuat orang menjadi gila,
tapi lama beban yang membuat orang yang menjadi gila”

Kau umat Muhammad SAW bukan?,
Kalau begitu, harusnya kau bisa patahkan filsafat itu,
Umat Muhammad SAW tidak akan terpuruk dalam kemalangan selama itu,
Umat Muhammad SAW tidak akan takut pada dunia fana ini,
Umat Muhammad SAW hanya takut pada satu,
Dia lah Alloh, Alloh Yangmaha Besar

Kembalilah pada Alloh,
Serahkanlah dirimu pada Alloh,
Pasrahkanlah dirimu pada Dzat yang menciptakanmu sebaik-baiknya penciptaan,
Percayalah pada-Nya,
Percayalah pada-Nya,
Percayalah pada-Nya,
Bahwa kau tidak sendirian,

Kau menolakku karena aku manusia sama sepertimu,
Tapi kau tidak boleh menolak-Nya,
Karena Dialah satu-satunya tempatmu untuk mengadu,
Ketika dimana semua orang tidak mau mendengarkan keluh kesahmu,
Ketika semua orang menghardikmu hingga menusuk hatimu,
Dialah satu-satunya yang akan mendekapmu dalam kehangatan,

Saat semua orang terlelap tidur,
Dia setia mendengarkan tangismu,
Saat semua orang terlelap tidur,
Dia pandangi wajahmu yang lelah dengan tersenyum,
Sampai kau berlalu kembali kedunia fana Dia tak kan berhenti memandangi wajahmu dengan keteduhan-Nya,
Bahkan ketika kau kembali ke dunia fana,
Dia tak kan melepaskanmu berjalan sendirian,
Dia tetap akan menjagamu,
Maka serahkanlah dirimu pada-Nya,
Serahkan seluruh hidupmu pada-Nya,
Dan tentramlah dalam dekapan-Nya.