Minggu pagi itu begitu cerah. Sekitar pukul 7 Angga dapat telpon dari seseorang, seorang laki-laki. Selama Angga kenal dia, Angga beranggapan bahwa dia adalah pria yang baik. Tapi, apa yang telah dilakukannya — atau apa yang dikatakannya telah dia lakukan kepada Angga membuat Angga jadi bergidik, dan enggan untuk kembali bertemu dengannya. Dan yang sangat membuat Angga kesal, dia adalah suami dari teman Angga sendiri. Lalu, untuk apa dia melakukan perbuatan memalukan dan hina seperti itu? Apakah karena penasaran terhadap Angga? Ataukah Angga melakukan sesuatu yang salah? Hingga hari ini, Angga belum menemukan jawabannya.

Minggu pagi itu dia menelpon Angga — dia memang biasa nelpon Angga tapi bareng dengan istrinya. Hanya saja hari itu dia telpon tidak bareng dengan istrinya. Dia bilang istrinya sedang pulang kampung. Lalu Angga tanya, mengapa dia menelpon Angga? Pagi-pagi lagi.

Lalu dia pun bertanya kepada Angga, apakah Angga ada mimpikan dia tadi malam?
Lumayan kaget dengan pertanyaannya. Tapi pertanyaan itu tidak Angga jawab, Angga malah balik bertanya kepadanya, ada apa memangnya. Apa yang dia tuturkan kemudian, itulah yang membuat Angga jadi enggan untuk bertemu atau bertamu lagi kerumahnya, sekalipun istrinya yang menyuruh Angga datang (meski dikatakan sombong) kecuali kalo hanya ada teman Angga seorang yaitu istrinya itu.

Mengapa penuturannya membuat Angga kaget, kesal, dan marah? Karena rupanya dia mengawasi Angga. Mengawasi tidak dengan cara membuntuti layaknya detektif. Tapi dia mengawasi Angga dengan sesuatu yang ghaib. Mungkin lebih dikenal oleh masyarakat dengan “penerawangan”. Yaachh dia menerawangi Angga. Setiap detail kegiatan yang Angga lakukan mulai dari bangun tidur sampe tidur kembali, baju apa yang Angga pakai sampai (maaf) dalamannya juga dengan jelas, gamblang, dan apesnya… adalah BENAR, seperti yang ia tuturkan. Seketika itu Angga jadi dag dig dug. Mengapa dia lakukan ini?

Begitu menutup telpon, Angga langsung menelpon teman Angga yang kebetulan dulunya pernah mendalami “ilmu setan” ini selama dia kuliah. Tapi sudah tobat. Angga bertanya tentang ilmu penerawangan ini. Apa dan bagaimana? Dia berusaha menenangkan Angga dengan… Angga berlindunglah kepada Alloh. Ini semua adalah permainan jin dan setan. Lalu Angga kembali bertanya kepadanya, apa dia bisa tau apa yang AKAN Angga kerjakan. Dijawab, “tidak, dia tidak akan tau apa yang akan terjadi. Dia bisa tau Angga lagi apa, pakai apa itu semua bisikan jin dan setan. Dia bisa tau tahun 1999 Angga pakai apa itu juga karena bisikan jin dan setan, ibaratnya jin dan setan mengajarkan sejarah kepadanya, tapi dia tidak akan bisa tau akan masa depan Angga seperti apa.”

Lalu Angga kembali bertanya “Jika seperti itu, apakah dia melihat Angga seperti dia melihat atau sedang menonton TV atau dia hanya mendapatkan sebuah gambaran dari bisikan jin dan setan itu?” Pertanyaan ini tidak dijawabnya… Dia hanya bilang, “Angga berlindunglah kepada Alloh..” Angga terus mendesaknya… tidak juga dijawab, sampai akhirnya dia berkata “Angga, jin dan setan ini bahkan bisa sampai masuk kedalam mimpi Angga.. dan bahkan mengendalikan mimpi Angga… Maaf ya Angga… bahkan mimpi bersetubuh sekalipun”

Ya, Alloh… Angga kaget bukan main… Kaget karena benar… malam sebelum ‘orang edan’ itu telpon dan seperti yang dia tanyakan apakah Angga memimpikan dia… Jawabannya… IYA… Angga memang memimpikannya… Tapi Alhamdulillah, mimpi itu hanya sekilas… Mimpi bertemu saja seperti pertemuan biasa teman dengan teman… Tapi tetap itu membuat Angga takut…

Lalu si Abang bertanya kepada Angga, “sebelum tidur Angga berwudhu tidak? Baca doa tidak?”
Angga bilang, “Iya”; “Kalau begitu bagus… Saya yakin mimpi sekilas Angga itu termasuk perlindungan Alloh… Angga ga sampe mimpi macam-macam tentangnya” Lalu ada pesan yang sangat mengena dihati Angga darinya… “Angga, usahakan jaga wudhu Angga dalam keadaan apa pun. Keluar dari rumah, ataupun didalam rumah… Kuatkan untuk menjaga agar wudhu Angga tidak batal. Kalau Angga sudah berusaha untuk mejaga agar wudhu Angga tidak batal tapi karena ketidaksengajaan wudhu Angga jadi batal… Tetaplah bersikap seperti Angga sedang dalam keadaan berwudhu meskipun wudhu Angga batal.”

Kemudian keesokan harinya Angga mencari info dari sumber lain tentang penerawangan ini. Angga bertanya dengan teman kantor yang sedikit mengerti tentang hal ini. Angga bertanya kepadanya, bagaimana kalau Angga dalam keadaan haid. Teman Angga menjawab, “Subhannallah Angga, wanita yang sedang haid itu dilindungi Alloh dari gangguan jin dan setan sama seperti wanita yang sedang dalam keadaan suci. Bahkan ada sedikit perbedaan… Wanita suci “melindungi dirinya sendiri, dengan sholat 5 waktunya, dengan wudhunya, tapi wanita haid… Allohlah yang menjaga dirinya ketika dia tidak bisa sholat 5 waktu dan wudhunya pun batal dengan haidnya. Tapi ingat Angga, bagaimanapun kita harus berusaha untuk melindungi diri sendiri… Ingat Alloh berkata bahwa Ia tidak tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha untuk mengubah diri mereka. Karena itu meski dalam keadaan haid… Berwudhulah dan jagalah wudhu itu seperti ketika Angga dalam keadaan suci”

Kejadian ini memang membuat Angga kesal, tapi kejadian ini justru membuka mata Angga betapa selama ini Angga tidak sadar telah menjauhkan diri dari Alloh, mencari perlindungan selain perlindungan dari Alloh… Ini juga instrospeksi bagi Angga — walau sampai hari ini Angga belum menemukan jawaban mengapa ‘orang edan’ itu sampa tega berbuat seperti itu terhadap Angga, teman istrinya sendiri — pasti Angga telah melakukan kesalahan yang tidak Angga sadari. Tapi apa, mengingat Angga bergaul dengan dia biasa-biasa saja. Tidak seperti cara Angga yang gila mencandai bilop.
Atau selama ini doa Angga hanya sekedar rutinitas tanpa isi…

Lalu, mengapa harus saya????
Apakah dia bisa melihat ataukah dia hanya mendapatkan gambaran cerita dari si jin atau setan yang menjadi temannya????

Ya Alloh, lindungin hamba-Mu ini dari gangguan jin dan setan… Amiinnn